ujicoba2

Dunia pendidikan dasar kita tengah menghadapi dilema besar. Di satu sisi, Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih menjadi tolok ukur utama dalam memetakan kemampuan siswa, baik untuk seleksi masuk sekolah favorit maupun evaluasi internal. Namun di sisi lain, bayang-bayang TKA justru sering kali menjebak proses belajar ke dalam labirin “drill soal” yang menjemukan.

Seberapa Urgent TKA di Level SD?

Secara administratif, TKA dianggap urgent sebagai alat ukur objektif. Namun, jika urgensi ini hanya didasarkan pada skor angka, kita sedang mempertaruhkan sesuatu yang lebih besar. TKA seharusnya berfungsi sebagai diagnostik, mengetahui di mana posisi pemahaman anak, bukan sebagai “vonis” keberhasilan seorang siswa.

ADVERTISEMENT

Dampak Buruk: Terjebak dalam Tradisi “Drill”

Ketika sekolah dan orang tua terlalu fokus pada skor TKA, yang terjadi adalah fenomena Teaching to the Test. Siswa dilatih (drilling) untuk menghafal pola soal, mencari “cara cepat”, dan menebak jawaban benar.

Dampaknya: Anak menjadi ahli dalam menjawab soal, namun miskin dalam pemahaman konsep. Risikonya: Kreativitas mati, rasa ingin tahu memudar, dan anak hanya menganggap belajar sebagai beban untuk menaklukkan kertas ujian. Paradoks Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). 

Di sinilah letak paradoksnya. Kurikulum saat ini menuntut Pembelajaran Mendalam, di mana siswa diharapkan bisa berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah nyata. Namun, Pembelajaran Mendalam membutuhkan waktu dan eksplorasi.

Bagaimana anak bisa menyelami makna sebuah bacaan jika ia dipaksa mengerjakan 50 soal pilihan ganda dalam 60 menit?

Drilling soal adalah musuh alami dari kedalaman berpikir. Saat kita sibuk mengejar kecepatan (speed), kita sering kali mengorbankan kedalaman (depth).

Dilema Guru: Antara Integritas Pendidik dan Tuntutan Angka.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Paradoks TKA di Sekolah Dasar: Antara Prestasi “Drill” dan Matinya Pembelajaran Mendalam”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/suhartonosuhartono6195/69a98684c925c43bf3459d36/paradoks-tka-di-sekolah-dasar-antara-prestasi-drill-dan-matinya-pembelajaran-mendalam

Kreator: Suhartono Bre

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *